Senin, 30 April 2012

Tanpa Rekayasa

By Pidri Esha | At 09.51 | Label : | 2 Comments

larut malam
ya, larut malam
tanpa rekayasa
detak jam yang gagu

dinihari, 29 April 2012

Pesan Senja Kepada Malam

By Pidri Esha | At 09.50 | Label : | 0 Comments
tirai pagi...!!

Sumowono, 20 April 2012

Luruh Penanggalan di Ujung Kata

By Pidri Esha | At 09.48 | Label : | 0 Comments

Hujan berbisik lirih,
"Sebentar lagi bulan Mei"

Senja pias, degup meronta
luruh penanggalan di ujung kata
; kelu

Semarang, 25 April 2012

Minggu, 26 Februari 2012

Antologi Puisi "Senyawa Kata Kita"

By Pidri Esha | At 00.14 | Label : | 0 Comments
Salam Bahasa, Sastra dan Budaya!

Buku Antologi Puisi "SENYAWA KATA KITA"
Komunitas Cybersastra Titah Pena Hamba – Diskusi Sastra Online
-----------------------------------------------------------------------------
ISBN: 987-602-97240-8-0
Penerbit: Wahana Jaya Abadi, Bandung
Spesifikasi Isi: 64 Penyair – 126 Puisi (xvi+166 halaman)
Cetakan I: 2012
-----------------------------------------------------------------------------
Pengantar 1:
Salam Pencandu Sastra (Ersis Warmansyah Abbas, Banjarbaru)

Pengantar 2:
Cybersastra, Pentingkah? (Hadi Napster, Yogyakarta)

Prolog:
Surat Sastra “Kepada Kembara” Tentang “Kontradiksi Era” (Dimas Arika Mihardja, Jambi)

Endorsement:
Senyawa Kata Kita dan Kesenyawaan Kita (Ersis Warmansyah Abbas, Banjarbaru)

Epilog:
Bayi Sastra Titah Pena Hamba (Puja Sutrisna, Boyolali)
-----------------------------------------------------------------------------

DAFTAR PUISI DAN PENYAIR :

- Rindu Takbir (Abdul Malik)
- Saat Terindah (Abdul Malik)
- Bungkam (Ade Afiat)
- Untuk Esok Pagi (Ade Afiat)
- Onak (Ade Batari)
- Tembok (Ade Batari)
- Keluh? Huh! (Ahmad Filosofia)
- Setiap Hari Adalah (Ahmad Filosofia)
- Pada Tanah Kelahiran (Alfikry Ilmi)
- Delusi (Ali Mukhsin)
- Kabut Hati (Ali Mukhsin)
- Repihan Hati (Ali Mukhsin)
- Ciuman Pertama (Amin Nuansa Reftil)
- Dua Garis Nasib (Amin Nuansa Reftil)
- Entah (Amin Nuansa Reftil)
- Imperium Cinta (Amin Nuansa Reftil)
- Pada Lilin Pertama Kita (Amin Nuansa Reftil)
- Pada Rahim Ibumu (Andi Tendriola)
- Tentang Jarak dan Waktu (Andi Tendriola)
- Ciuman Terakhir (Anwari WMK)
- Tawa dan Candamu (Anwari WMK)
- Misteri Yang Bersahaja (Asral Sahara)
- Sajak Melankolik (Asral Sahara)
- Elegi Cinta Semusim (Astry Anjani)
- Lelaki Belati (Astry Anjani)
- Wajahku di Kolong Langit (Asyari Muhammad)
- Koi (Boedi Ismanto)
- Kepada Kembara (Dalasari Pera)
- Surat Kabar (Dalasari Pera)
- Usai Percintaanku (Deri Hudaya)
- Yang Bernama Sepuluh Bunga (Deri Hudaya)
- Lukai Tubuhku, Jangan Hatiku (Dewi Restunawati)
- Titian Kalbu (Dewi Restunawati)
- Jasadku dan Kaki Langit (Didi PS.)
- Derap Rindu (Dien Makmur)
- Kursi Pengadilan (Dien Makmur)
- Hutan Jati (Dissa Thami Putri)
- Kemarin (Dissa Thami Putri)
- Cinta 69 (Dwee WieLee)
- MerinduMu (Dwee WieLee)
- Prasasti Rindu (Dwi Ayu Prahandini)
- Bingkisan di Ujung Senja (Eka Watiningsih)
- Kelam Tak Segaris Bulan (Eni Meiniar Gito)
- Akasara Mati (Ezzyla Fi)
- Dendam Terindah (Ezzyla Fi)
- Amuk (Fauzi Nurbain)
- Syukur (Fauzi Nurbain)
- Ta’ziah (Firman Hidayat)
- Ratapan Dini Hari (Firman Maulana)
- Syair Bintang Untuk Rembulan (Firman Maulana)
- Pijak Resah (Galih)
- Entah (Gito Tias)
- Epigram Dalam Renungan (Hadi Napster)
- Gatra Murakab (Hadi Napster)
- Hikayat Kita dan Cinta (Hadi Napster)
- Kontradiksi Era (Hadi Napster)
- Paradoks Sastra (Hadi Napster)
- Nyanyian Lilin (Hanna Yohana)
- Bila Patah Tak Tumbuh, Hilang Bukan Ganti (Hj. S. Bariah)
- Suluhan Jiwa (Hj. S. Bariah)
- Aku Ingin (Ibnu Din Assingkiri)
- Stasiun Sepi (Ibnu Din Assingkiri)
- Walau Tuan Berlaku Curang (Ibnu Din Assingkiri)
- Aroma Tanah Basah dan Saat Jiwa Mulai Menembang (Imron Tohari)
- Ohai! (Imron Tohari)
- Pernikahan di Bingkai Sajak (Imron Tohari)
- Cerita Anak Kampung (Irwanto HPD)
- Rerumput Kata (Irwanto HPD)
- Kita (Lingsir Wengi Guntono)
- Migren (Lingsir Wengi Guntono)
- Sesal (M. Nur Chamim)
- Tanpa Makna (M. Nur Chamim)
- Andai (Mahendra PW)
- Ini Bukan Rindu (Meli Imel)
- Saja Kau Saja (Meli Imel)
- Sebelum Ajal Mengetuk Manja (Moh. Ghufron Cholid)
- Yang Tersisa Hanya Pencipta (Moh. Ghufron Cholid)
- Hakikat Kelahiran (Muhammad Maulana Rumi)
- Sujud (Nadzme Bali)
- Sajak Malam (Neogi Arur)
- Teori (Neogi Arur)
- Rinduku (Nikky Mas Yadi)
- Pentas Masa (Noer Komari)
- Kenangan Bulan Ketiga (Nur Ridwan Shidiq)
- Ridict I (Nurani Soyomukti)
- TitahMu (Pepen Dianto)
- Di Rimba Penantian (Pidri Esha/Pidri Syaikhal)
- Jejak Pagi (Pidri Esha/Pidri Syaikhal)
- Elegi (Prasetyo Gunawan)
- Hening (Prasetyo Gunawan)
- Kepadamu (Prasetyo Gunawan)
- Mari Mencumbu Rindu (Prasetyo Gunawan)
- Puisi Perlu Kesederhanaan (Prasetyo Gunawan)
- Buat Apa (Puja Sutrisna)
- Menggenggam Matahari (Puja Sutrisna)
- Surga Itu Mudah? (Puja Sutrisna)
- Dunia (R. Hadi Isdi Hartana)
- Penjagal Malam (R. Hadi Isdi Hartana)
- Ada Hujan Lebat di Matamu (Renny Sendra Wahyuni)
- Catatan Malam (Renny Sendra Wahyuni)
- Harapan di Hatiku (Renny Sendra Wahyuni)
- Rakyat Istimewa (Renny Sendra Wahyuni)
- Tidur di Basah Aspal (Renny Sendra Wahyuni)
- Aku Titipkan Kekasihku (Restu Putri Astuti)
- Cermin Retak (Restu Putri Astuti)
- Audrey (Romyan Fauzan)
- Danau Itu Muram (Romyan Fauzan)
- Ronta Petani (Romyan Fauzan)
- Gerimis Pagi (Saidati Najia)
- Tragedi Subuh (Saidati Najia)
- Azure (Soei Rusli)
- Malam Ini (Soei Rusli)
- Pengelana (Supartini Apriawati)
- Aku Adalah Malam (Syahrial Mandeliang)
- Nanti (Tuditea Masditok)
- Terasing (Ungke)
- Wassalam (Ungke)
- Janji Adalah Keramat (Yandri Yadi Yansah)
- Kau (Yandri Yadi Yansah)
- Nilam (Yandri Yadi Yansah)
- Rusak (Yandri Yadi Yansah)
- Tergugah (Yandri Yadi Yansah)
- Aroma Dusta (Zuhrotul Makrifah)
- Dentang Jam Kedua (Zuhrotul Makrifah)
- Hujan Tengah Malam (Zup Dompas)
- Tanda Manusia (Zup Dompas)


Sabtu, 25 Februari 2012

Sajak Do'a Daun

By Pidri Esha | At 10.53 | Label : | 0 Comments

tajam mata angin mencabik
kulit yang menguning
berderak rapuh tulang
diayun sumbu waktu
gigil kabut tebal, mendekap erat
luruh tubuh, lirih berucap,
"aku kembali padaMU"

Bukit Ungaran, 24 Januari 2012
by Pidri Esha 

Cinta, Aku Tanpa Ada

By Pidri Esha | At 10.45 | Label : | 0 Comments
telah tergoreskan
segala pinta di lembar waktu
aku, kau, mereka merenda harap
di kain nafas selaksa dunia

adakah kita berhenti sejenak
saat benang itu kusut atau terputus?
urailah lalu rajut kembali
hingga menjadi jalinan yang utuh

hitam putih hanyalah jelmaan
yang menyelimuti biduk kehidupan
tak usah kau risau
karena cinta, aku tanpa ada


Ambarawa, 7 Desember 2011
by Pidri Esha
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Ad

business

technology

Copyright © 2012. Celoteh Kopi - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz