Senin, 08 Januari 2018

Bening Matamu Tak Pandai Berdusta

By Pidri Esha | At 09.54 | Label : | 0 Comments
Bening matamu, ya matamu, tak pandai berdusta, tersimpan rindu dendam tuk ziarah ke makam cinta yang hilang. suatu masa, 2017...

Minggu, 17 Desember 2017

Jejak Pagi

By Pidri Esha | At 09.37 | Label : | 0 Comments
Seuntai rindu semalam menjadi jinak bagai merpati di tangan agaknya ia tersesat di sebuah taman kota hingga lampu-lampu telah padam atau barangkali ia tersangkut di pucuk -pucuk akasia lalu tertidur disana sampai pagi ; aku mesti menjemputnya Ungaran, April 2011 ...

Sabtu, 16 Desember 2017

Perempuan Yang Membenci Malam

By Pidri Esha | At 10.24 | Label : | 0 Comments
Saat cawan-cawan menunggu anggukannya sebelum berlalu cawan yang berisi dengus mampus dari paru-paru yang aus lalu merenda waktu menunggu fajar yang terlalu payah untuk meluruhkan setiap borok dilabuhtitipkan pada gelombang biar menghantam kapal-kapal membawa para awak yang gagah melangkah cuma memiliki moncong pistol tanpa pengharapan apalagi cinta mengemas bau malam berceceran di kolong ranjang lalu...

Gadis Kecil dan Boneka Barbie

By Pidri Esha | At 10.19 | Label : | 0 Comments
Seorang gadis kecil, tertidur pulas di emperan toko meringkuk beralaskan koran, berselimut hawa dingin badan kurus, rambut acak-acakan tak terurus Kulihat ia di lampu merah tadi siang baju dikenakan sobek sana sini, dekil, kumal sambil membawa kaleng bekas, ia bernyanyi ala kadarnya menadahkan tangan, mengharapkan belas kasihan dari orang-orang yang ia temui di perempatan itu Kupandangi wajahnya...

Perempuan di Tepian Telaga

By Pidri Esha | At 10.16 | Label : | 0 Comments
Aku perlu secarik kanvas sejengkal kuas dan cat minyak yang lebih mengkilat dari kebohongan kusebut kau, perempuan di tepian telaga aku akan memberi kerak nasi untuk disanggrai, tumbuklah di lesung keabadian hingga menjadi serbuk menyerupai kopi yang harus kau minum saat bangun pagi jangan sekali-kali kau mengeluh aku bisa membaca dari lentik bulu matamu yang tak henti berpeluh ini kanvas, ini...

Perempuan Pengeja Malam

By Pidri Esha | At 10.11 | Label : | 0 Comments
lafal mantra terlontar lirih dari bibir berlipstik merah tua berharap kilasan bintang menjelma dalam angan lalu jari waktu menjerat tak kenal ampun demi apa? tanya bergelayut tanpa jeda ahh, "perempuan" pengeja malam Bandungan, 23 Juli 2011 ...
Posting Lama ►
 

Ad

business

technology

Copyright © 2012. Celoteh Kopi - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz